“Seminar, Doctoral Study, dan Academic Writing Workshop” di Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, Sabtu, 20 Juli 2019

“Seminar, Doctoral Study, dan Academic Writing Workshop” yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Metro Lampung pada Sabtu, 20 Juli 2019

Sebagai salah bentuk peningkatan kualitas dosen, STIT Al-Amin Kreo Tangerang mengirimkan dosennya, di antaranya Dr. Made Saihu, M. Pd.I dan Abd Aziz, SS., M. Pd. I untuk mengikuti “Seminar, Doctoral Study, dan Academic Writing Workshop” yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Metro Lampung pada Sabtu, 20 Juli 2019, sebagai bentuk penguatan di bidang penulisan karya ilmiah di jurnal internasional. Seminar ini diisi guru besar Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Prof. Norhamidi Muhammad dan Assoc. Prof. Dr. Edy Heriyanto Mijan.//mhs//md.

“Menjadi Mahasiswa/i PAI yang Siap Menghadapi Era 4.0” Tema PEKA 2019 Mahasiswa/i Baru

“Menjadi Mahasiswa/i PAI yang Siap Menghadapi Era 4.0” menjadi tema Pengenalan Kampus dan Akademik (PEKA) 2019 kali ini bagi mahasiswa baru (maba). Antusias mereka disambut baik oleh Pembantu Ketua (Puket) III, Bid. Kemahasiswaan, Abd Aziz, SS., M.Pd.I dengan cara turut serta memasang foto di Twibbon PEKA 2019.//mhs//md

Tradisi Pengenalan Kampus

Setiap kampus mempunyai tradisi sendiri untuk memperkenalkan siapa ia. Menjadi bagian dari institusi harus mengenal tempat yang dijajakinya. Istilah tak kenal maka tak sayang pun melengkapi di kebanyakan institusi pendidikan. Kebanyakan para mahasiswa yang baru di berbagai institusi terlebih institusi perguruan tinggi disibukkan dengan acara sebelum memulai masuk dunia perkuliahan.

Berbagai macam nama istilah mulai tersemat dari setiap kampus yang mengadakan acara permulaan sebelum dimulainya perkuliahan.
Dahulu sering dikenal dengan istilah OSPEK (orientasi study pengenalan kampus) yang biasa dilakukan selama satu minggu sebelum perkuliahan reguler dilaksanakan. Ada juga yang mengistilahkan dengan PROPESA (program pengenalan study dan almamamater) dengan melakukan penataran terlebih dahulu selama 2 minggu. Selain itu, Ada juga PBAK (Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus) yang merupakan program pengenalan yang dilakukan selama 2-3 hari. Kegiatan-kegiatan semacam ini mempunyai tujuan yang sama agar mahasiswa mengetahui lingkungan, kegiatan serta program-program yang dijalankan selama berada di dunia perkuliahan. Kampus dengan jumlah mahasiswa lebih dari ribuan dan memiliki beberapa fakultas biasanya mengadakannya di masing-masing fakultas dan diakhiri dengan berkumpul dalam lapangan membuat koreografi menarik, indah dan kompak sehingga apabila dilihat dari atas menggunakan drone bisa dilihat pesan dan atau bahkan kritik yang dikemas secara menarik.

STIT Al-Amin menjadi bagian dalam institusi pendidikan tinggi, yang mempunyai kelengkapan administrasi dan perangkatnya. Mengadakan kegiatan awal perkuliahan Mahasiswa baru dengan istilah PEKA (Pengenalan Kampus dan Akademik). program dimaksud memiliki tujuan yang hampir sama di kebanyakan kampus. Mahasiswa diharapkan mengenal lebih jauh tentang tempat yang dipijakinya. Mulai dari proses perkuliahan, sistem akademik dan bahkan para pimpinan dan staff juga sampai ke para dosen pun turut melengkapinya.

PEKA STIT Al-Amin dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 20-21 September 2019. Acara ini digawangi oleh puket 3 yang dibantu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan atau bernama DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa).

Kegiatan-kegiatan PEKA dikemas secara menarik untuk diikuti, dimulai dari kesiapan selama seminggu untuk memenuhi peralatan dan perlengkapan yang dibawa dalam kegiatan tersebut. Jadwal sudah diberikan memudahkan mahasiswa baru untuk mengatur waktu. Sehingga kegiatan bisa dilaksanakan dengan khidmat dan tertib serta penuh kesan tersendiri bagi mahasiswa baru.

Kegiatan ini menjadikan prasyarat bagi mahasiswa untuk mengikuti program PPL yang dilaksanakan pada semester 7. Agak jauh memang membahas semester 7 akan tetapi setidaknya dengan mengikuti acara ini mahasiswa sudah memiliki wawasan mendalam tentang kampusnya dan siap untuk terjun di dunia luar dengan almamater yang dibawanya.

Oleh karena itu, kegiatan PEKA sebagai kebutuhan mahasiswa yang menjadi prasyarat PPL semester 7, maka para peserta yang telah selesai mengikuti kegiatan PEKA akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti bahwa sudah pernah mengikuti kegiatannya.

Al-Amin turut serta dalam kegiatan The 1st International Conference on Religion, Culture, and Spirituality for Muslim Society (ICRCS) 2019 yang diselenggarakan IAIN Pekalongan

Pertemuan ketua dan sekretaris Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Pertemuan ketua dan sekretaris Kopertais Wilayah I DKI Jakarta (ketiga dari kiri; Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, keempat dari kiri; Dr. Ahmad Supriyadi, MA) dengan Pimpinan STIT Al-Amin Kreo Tangerang dalam rangka pengarahan dan kesiapan Akreditasi Perguruan Tinggi Kriteria 9 (APT9). Tampak kesatu dari sisi kiri; Ahmad Rifai, MA (Kaprodi. PAI), kedua dari kiri; Dr. Made Saihu, M. Pd.I (Puket. III), kelima dari kiri; KH. Zainuddin, MH (Ketua), keenam dari kiri; Abd Aziz, SS., M. Pd.I (Puket. III), ketujuh dari kiri; Ahmad Masruri, M. Pd.I (Kabag. TU)./25/7/2019/mhs/md.

Lokakarya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) STIT Al-Amin Kreo Tangerang


Lokakarya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) STIT Al-Amin Kreo Tangerang


Lokakarya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diikuti dosen STIT Al-Amin Kreo Tangerang menghadirkan Dr. Rudi Ahmad Suryadi, MA, Tim Pengembang Kurikulum pada Direktorat Diktis Kementerian Agama RI yang diselenggarakan 1 September 2019 di kampus STIT Al-Amin Kreo Tangerang Lantai III sebagai salah satu bentuk perwujudan visi dan misi kampus yang terletak di wilayah Tangerang Selatan ini menuju kampus yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan ke depan.

Juara I Kaligrafi Tingkat Nasional Diraih STIT Al-Amin Kreo Tangerang


Nama Moch. Michael Thoyyib, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Amin Kreo Tangerang Selatan, kembali muncul sebagai Juara I Lomba Kaligrafi Tingkat Nasional dalam ajang “Gebyar Apresiasi Khazanah ‘Araby 2018” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 14-18 Oktober 2018.

Memang, dalam berbagai kegiatan, STIT Al-Amin Kreo Tangerang turut mengirimkan duta mahasiswanya untuk mengikuti perlombaan. Hal ini bertujuan untuk menajamkan daya kreativitas yang selama ini mereka asah dalam kegiatan ekstra kampus dalam setiap pekannya.

“Prestasi membanggakan ini, diraih tidak sekadar usaha instan, tentu upaya-upaya dan persiapan matang sudah dilakukan jauh hari sebelum pelaksaan perlombaan. Latihan rutin dalam tiap minggunya, menjadi kebiasaan saya guna mengasah keterampilan ini,” demikian ungkap mahasiswa yang kerap dipanggil Michael, atau Thoyyib dalam beberapa kesempatan.

Dalam pernyataan senada, Pembantu Ketua (Puket) III bidang Kemahasiswaan, Abd Aziz, SS., M. Pd. I, mengungkapkan bahwa “Prestasi luar biasa yang telah diraih ini, sudah seharusnya menjadi motivasi bagi kita semua, terutama mahasiswa/i lainnya untuk terus dan tidak kenal lelah meningkatkan sekaligus mengembangkan kreativitas masing-masing.”

Segenap civitas akademika STIT Al-Amin Kreo Tangerang mengucapkan Selamat kepada Moch. Michael Thoyyib. (mhsr)

Mahasiswa STIT Al-Amin Raih Juara I Lomba Kaligrafi

STIT Al-Amin kembali mengukir prestasi melalui mahasiswanya dengan mendapatkan Juara I Lomba Kaligrafi.

Kegiatan Qur’an Festival yang diadakan Poltekkes Jakarta II pada Sabtu, 6 Oktober 2018, bekerja sama dengan Forum Studi Islam (Forsi) Poltekkes menghadirkan 176 peserta dari sejumlah wilayah di Jabodetabek, bahkan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Juri yang berasal dari PC Pergunu Depok dan Pergunu DKI Jakarta akhirnya memutuskan nama Moch. Michael Thoyyib sebagai juara I lomba Kaligrafi (Khattil Quran) dari beberapa jenis lomba lain yang diselenggarakan; Musabaqah Tilawatil Quran, Tartil Quran, Hifdzhil Quran 5 Juz dan juz 30, Fahmil Qurah, Syarhil Quran.

Perlombaan ini memiliki tujuan, salah satunya mengembangkan bakat dan sekaligus sebagai syiar Islam. Hal ini tentu sejalan dengan salah satu visi dan misi STIT Al-Amin yang selalu berupaya mengembangkan keilmuan, kompetensi, bakat, dan minat seluruh civitas akademika yang terlibat di dalamnya. Implementasi dari visi dan misi tersebut dijalankan dalam bentuk salah satu kegiatan ekstra kemahasiswaan dalam bidang kaligrafi yang diadakan dalam setiap pekannya, dan mendapatkan respons dari mahasiswa/i lain yang minat dalam bidang ini.

Harapannya, prestasi ini dapat ditularkan kepada bidang-bidang peminatan lainnya agar STIT Al-Amin semakin maju dan berkembang.