“Seminar, Doctoral Study, dan Academic Writing Workshop”

“Seminar, Doctoral Study, dan Academic Writing Workshop” yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Metro pada Sabtu, 20 Juli 2019

Sebagai salah bentuk peningkatan kualitas dosen, STIT Al-Amin Kreo Tangerang mengirimkan dosennya, di antaranya Dr. Made Saihu, M. Pd.I dan Abd Aziz, SS., M. Pd. I untuk mengikuti “Seminar, Doctoral Study, dan Academic Writing Workshop” yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Metro pada Sabtu, 20 Juli 2019, sebagai bentuk penguatan di bidang penulisan karya ilmiah di jurnal internasional. Seminar ini diisi guru besar Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Prof. Norhamidi Muhammad dan Assoc. Prof. Dr. Edy Heriyanto Mijan.//mhs//md.

Pertemuan ketua dan sekretaris Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Pertemuan ketua dan sekretaris Kopertais Wilayah I DKI Jakarta (ketiga dari kiri; Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, keempat dari kiri; Dr. Ahmad Supriyadi, MA) dengan Pimpinan STIT Al-Amin Kreo Tangerang dalam rangka pengarahan dan kesiapan Akreditasi Perguruan Tinggi Kriteria 9 (APT9). Tampak kesatu dari sisi kiri; Ahmad Rifai, MA (Kaprodi. PAI), kedua dari kiri; Dr. Made Saihu, M. Pd.I (Puket. III), kelima dari kiri; KH. Zainuddin, MH (Ketua), keenam dari kiri; Abd Aziz, SS., M. Pd.I (Puket. III), ketujuh dari kiri; Ahmad Masruri, M. Pd.I (Kabag. TU)./25/7/2019/mhs/md.

Lokakarya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) STIT Al-Amin Kreo Tangerang


Lokakarya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) STIT Al-Amin Kreo Tangerang


Lokakarya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diikuti dosen STIT Al-Amin Kreo Tangerang menghadirkan Dr. Rudi Ahmad Suryadi, MA, Tim Pengembang Kurikulum pada Direktorat Diktis Kementerian Agama RI yang diselenggarakan 1 September 2019 di kampus STIT Al-Amin Kreo Tangerang Lantai III sebagai salah satu bentuk perwujudan visi dan misi kampus yang terletak di wilayah Tangerang Selatan ini menuju kampus yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan ke depan.

Juara I Kaligrafi Tingkat Nasional Diraih STIT Al-Amin Kreo Tangerang


Nama Moch. Michael Thoyyib, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Amin Kreo Tangerang Selatan, kembali muncul sebagai Juara I Lomba Kaligrafi Tingkat Nasional dalam ajang “Gebyar Apresiasi Khazanah ‘Araby 2018” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 14-18 Oktober 2018.

Memang, dalam berbagai kegiatan, STIT Al-Amin Kreo Tangerang turut mengirimkan duta mahasiswanya untuk mengikuti perlombaan. Hal ini bertujuan untuk menajamkan daya kreativitas yang selama ini mereka asah dalam kegiatan ekstra kampus dalam setiap pekannya.

“Prestasi membanggakan ini, diraih tidak sekadar usaha instan, tentu upaya-upaya dan persiapan matang sudah dilakukan jauh hari sebelum pelaksaan perlombaan. Latihan rutin dalam tiap minggunya, menjadi kebiasaan saya guna mengasah keterampilan ini,” demikian ungkap mahasiswa yang kerap dipanggil Michael, atau Thoyyib dalam beberapa kesempatan.

Dalam pernyataan senada, Pembantu Ketua (Puket) III bidang Kemahasiswaan, Abd Aziz, SS., M. Pd. I, mengungkapkan bahwa “Prestasi luar biasa yang telah diraih ini, sudah seharusnya menjadi motivasi bagi kita semua, terutama mahasiswa/i lainnya untuk terus dan tidak kenal lelah meningkatkan sekaligus mengembangkan kreativitas masing-masing.”

Segenap civitas akademika STIT Al-Amin Kreo Tangerang mengucapkan Selamat kepada Moch. Michael Thoyyib. (mhsr)

Mahasiswa STIT Al-Amin Raih Juara I Lomba Kaligrafi

STIT Al-Amin kembali mengukir prestasi melalui mahasiswanya dengan mendapatkan Juara I Lomba Kaligrafi.

Kegiatan Qur’an Festival yang diadakan Poltekkes Jakarta II pada Sabtu, 6 Oktober 2018, bekerja sama dengan Forum Studi Islam (Forsi) Poltekkes menghadirkan 176 peserta dari sejumlah wilayah di Jabodetabek, bahkan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Juri yang berasal dari PC Pergunu Depok dan Pergunu DKI Jakarta akhirnya memutuskan nama Moch. Michael Thoyyib sebagai juara I lomba Kaligrafi (Khattil Quran) dari beberapa jenis lomba lain yang diselenggarakan; Musabaqah Tilawatil Quran, Tartil Quran, Hifdzhil Quran 5 Juz dan juz 30, Fahmil Qurah, Syarhil Quran.

Perlombaan ini memiliki tujuan, salah satunya mengembangkan bakat dan sekaligus sebagai syiar Islam. Hal ini tentu sejalan dengan salah satu visi dan misi STIT Al-Amin yang selalu berupaya mengembangkan keilmuan, kompetensi, bakat, dan minat seluruh civitas akademika yang terlibat di dalamnya. Implementasi dari visi dan misi tersebut dijalankan dalam bentuk salah satu kegiatan ekstra kemahasiswaan dalam bidang kaligrafi yang diadakan dalam setiap pekannya, dan mendapatkan respons dari mahasiswa/i lain yang minat dalam bidang ini.

Harapannya, prestasi ini dapat ditularkan kepada bidang-bidang peminatan lainnya agar STIT Al-Amin semakin maju dan berkembang.

Hari Batik Nasional STIT Al-Amin

Hari Batik Nasional , Sekolah Tinggi Agama Islam (STIT) Al-Amin menyumbangkan Pelatihan Batik Tulis Untuk Mahasiswa, Minggu, (7/10). Pelatihan ini dilaksanakan di Lt.3 Gedung STIT Al-Amin yang diikuti oleh 110 mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati ditetapkannya  batik  sebagai  Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi  ( Karya Warisan Budaya Lisan dan Tak Berwujud ) pada  2 Oktober  2009 oleh  UNESCO . [1]

 

Kegiatan tersebut juga dapat menunjang kemampuan non akademik, salah satunya adalah membuat batik tulis. Program yang membekali Pendidikan Soft Skill, Dalam Membangun Pendidikan dalam hal tertentu, salah satunya yaitu pelatihan batik tulis ini, ”tutur Abd. Azis, SS., M.Pd.I Kepala Bagian Bidang Kemahasiswaan.

Edi menambahkan, dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan dapat membuat batik tulis dengan teknik yang baik dan benar. Jika Anda berhasil, mereka dapat membantu dalam kehidupan mereka. Dengan modalanggung membuat batik ini dapat memberikan laba pada  pendapatan  dan sebagai bekal hidup.

Masyarakat kampus dengan Karang Taruna Larangan untuk menjadi mentor mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Minggu, 7 Oktober 2018. Pertama mahasiswa untuk membuat desain sendiri, kemudian untuk proses canting (membatik), dan pewarnaan. Pihak Karang Taruna Batik mengerahkan lima orang untuk menjadi mentor di dalam kegiatan ini.

“Untuk mahasiswa lebih cocok dengan canting, karena bisa mendesain sendiri dan mewarnai sendiri,” ujar Siti, salah seorang mentor Kegiatan Batik Tulis.

“Kegiatan ini gratis karena biaya sudah ditanggung oleh lembaga yang diberikankan dari dana penunjang akademik dan non akademik mahasiswa. Hasil karya yang telah selesai akan diberikan kepada pemilik dan cindramata (mahasiswa). Rencananya, lembaga akan membuat semacam Laboratorium Batik, dimana berbagai peralatan batik tersedia dan dapat belajar membatik di laboratorium tersebut, ”ujar Abd. Aziz, SS., M.Pd.I.