TANGERANG – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa STIT Al-Amin Kreo Tangerang. Nabilla Aurelia Star Al Jannah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester 6 asal Tangerang, berhasil menorehkan capaian di bidang literasi setelah dua karya puisinya dimuat dalam buku antologi bersama. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa STIT Al-Amin mampu berkembang tidak hanya dalam ruang akademik, tetapi juga di dunia kepenulisan kreatif.
Dua karya Nabilla yang berhasil diterbitkan masing-masing berjudul Bunga yang Mekar di Taman Orang Lain dalam buku Dekat Tanpa Lekat, serta Diantara Pijar dan Pudar dalam buku Sunyi. Kedua puisi tersebut mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan generasi muda, yakni tentang cinta tanpa memiliki dan suasana perayaan yang terasa sepi. Melalui karya itu, Nabilla mencoba menghadirkan sudut pandang emosional yang sederhana namun menyentuh pembaca.
Menurut Nabilla, minat menulis sudah lama ia miliki, meskipun sebelumnya hanya dituangkan dalam memo pribadi dan media sosial. Kesempatan mengikuti program penerbitan buku bersama menjadi titik awal baginya untuk lebih serius mengembangkan bakat. Ia merasa kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberi ruang kepada penulis muda untuk berkarya sekaligus memiliki dampak sosial melalui hasil penjualan buku yang digunakan untuk mendukung perpustakaan mini di sekolah-sekolah tertentu.
Proses penulisan kedua puisi itu dilakukan di sela-sela aktivitas perkuliahan. Nabilla menyampaikan bahwa sistem penulisan dan pengumpulan karya yang dilakukan secara daring membuatnya lebih mudah membagi waktu antara kuliah dan kegiatan menulis. Dengan manajemen waktu yang baik, ia mampu tetap produktif tanpa mengganggu tanggung jawab akademiknya sebagai mahasiswa.
Bagi dirinya, capaian ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga bentuk kontribusi kecil untuk membawa nama baik STIT Al-Amin Kreo Tangerang ke ruang publik yang lebih luas. Ia berharap keberhasilannya dapat memotivasi mahasiswa lain agar berani menunjukkan potensi yang dimiliki. “Jangan menunggu sampai merasa hebat untuk mulai.
